Menunggu...

Syubhat Iblis

Oleh: Ust. Abu Jarir bin Hadi Al Andunisiy 


“Ketahuilah bahwa syubhat pertama kali yang terjadi di alam semesta ini adalah “syubhat Iblis” la’natullah ‘alaihi , yang sumbernya adalah keras kepala –dengan mengandalkan ra’yu (akal pikiran)nya – dalam menghadapi nash, dan memilih hawa nafsu dalam menghadapi perintah, serta sombong dengan materi yang ia diciptakan darinya (yaitu api) atas materi Adam ‘alaihis salaam yaitu tanah”. 

Al Imam Asy Syahrasatani rahimahullah

Lihat dialog Iblis dengan Allah ketika Allah memerintahkan untuk sujud kepada Adam 'alaihis salam. seperti dalam QS. Shad: 71 - 83.

Bila anda memahami ayat ini dengan tafsiran yang benar, maka anda akan melihat kebenaran apa yang dikatakan oelh Al Imam Asyahatani tersebut.

Dengan demikian bila ada manusia didalam memahami agamanya lalu ia mendahulukan ra'yunya dalam memahami nash, dalam arti ketika ia menemukan nash bertentangan dengan ra'yunya, lalu ia membuat komentar atau keterangan dari hawa nafsunya agar manusia berpaling dari nash, dan ia menolak kebenaran yang datang kepadanya ketika datang untuk meluruskannya terlebih lagi ia meremehkan orang yang memberikan nasihat kepadanya, maka ia telah mengikuti jejak Iblis La'natullah 'lalaihi.

Setelah kita merenungi firman2 Allah dlm Al Qur'an (diantaranya QS. Shad: )yang menceritakan ttg dialog -Nya dengan Iblis, kemudian kita kaitkan dengan perkataan Al Imam Asy Syaharsatani (pada catatan yang lalu) dalam kitab beliau yang begitu monumental yaitu: "Al Milal wan Nihal", kita dapati penjelasannya sebagai berikut:

Darimanakah Iblis megetahui bahwa “api lebih baik daripada tanah” kalau bukan dari ra’yu (pikiran)nya?!? dan tidak ada sumber dalilnya sama sekali kecuali hanya dari prasangkaannya saja….

Karena ia menyangka dengan ra’yunya, bahwa api lebih baik daripada tanah sehingga muncullah kesombongannya terhadap materi, ia merasa lebih tinggi kedudukannya, akhirnya ia lupa diri dengan mengikuti hawa nafsunya, sehingga ia tidak melihat dan mempertimbangkan lagi apakah yang sedang dihadapi dan dibicarakan? Dan siapakah yang sedang berbicara kepadanya dalam memerintahkan untuk taat kepada –Nya?.

Dari itu maka dapat diketahui bahwa sumber kesesatan Iblis ada tiga, yaitu:
1. Ra’yu madzmum/batil (yang tercela).
2. Mengikuti hawa nafsu
3. Kesombongan (istikbar)

Oleh karena itu siapa saja dari kalangan makhluk yang diberikan taklif (beban) untuk beribadah kepada Allah baik itu jin maupun manusia, yang kemudian ia menghadapinya dengan menggunakan ketiga hal tersebut sehingga ia enggan untuk tunduk dan taat kepada Allah, maka ia adalah pengikut Iblis La’natullah ‘alaihi.

Demikian juga kesesatan yang terjadi pada manusia sejak dahulu hingga sekarang ini, bahkan yang akan datang hingga hari kiamat, semua dasarnya dan cara dan prosesnya, kembali kepada kesesatan pertama yang dilakukan oleh Iblis la’natullah ‘alaihi, dan sumbernya adalah pada tiga hal tersebut. perhatikanlah...!!!

bersambung...

 

 


Akhlaq l Aqidah l Fiqih l Hadits l Ibadah l Manhaj l Tarbiyah l Wanita

 

Data Anda